Tangerang – bhayangkaranews24.id, Perumda Pasar Niaga Kerta Rahaja melakukan kunjungan study banding ke Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Tangerang, Kamis, (26/09/2024).

Rombongan terdiri dari Dewan Pengawas, Direktur Utama, Direktur Operasi, Kepala Divisi dan Ketua SPI serta perwakilan pegawai dari beberapa divisi di Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja

Sedangkan dari Perumda Pasar Tohaga, rombongan tersebut diterima Direktur Utama Haris Setiawan, bersama Direktur Umum M Zakie Hanifan, dan Direktur Operasional Haris Ibrahim, Dewan Pengawas serta jajaran.

Direktur Operasi Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja mengatakan tujuan ke Perumda Pasar Tohaga adalah melakukan studi banding terhadap pengelolaan pasar rakyat. Pihaknya ingin mengetahui potensi apa saja yang bisa dikembangkan untuk menambah pendapatan perusahaan. Di Perumda Pasar Tohaga sudah dibuka peluang aneka usaha, misalnya menjadi distributor, beras bagi ASN dan lain-lain.

Selain itu juga telah dilakukan digitalisasi di Pasar Rakyat seperti QRIS serta adanya BPJS ketenaga kerjaan bagi pedagang.

Banyak kemiripan antara Pasar Tohaga dengan Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja.

“Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja juga sudah melakukan pembayaran cashless bagi pembeli di Pasar Rakyat dengan menggunakan QRIS pada beberapa pasar, selain itu juga di Pasar Sentiong Balaraja pernah dilakukan kerjasama untuk BPJS Ketenaga Kerjaan, memang belum merata”

Bahkan di tahun 2021 untuk penggunaan QRIS Perumda Pasar NKR mendapat penghargaan Digital Payment Award dari BJB.

Digitalisasi pasar rakyat merupakan keniscayaan terutama untuk meningkatkan daya saing antara pasar rakyat maka diperlukan terbentuknya atmosfer kenyamanan bagi para pedagang dan konsumen dalam melaksanakan transaksi jual beli dan menjalin kerjasama kemitraan dalam hal peningkatan pengelolaan pasar.

Terhadap peningkatan pendapatan dalam rangka PAD perlu dilakukan inovasi untuk peningkatan pendapatan dari sumber-sumber lain yang tentunya berkaitan dengan pasar rakyat.
Karena mengandalkan dari pendapatan pelayanan sepertinya tidak akan optimal lagi, hingga perlu terobosan inovative, bila ingin berkembang khususnya peningkatan pendapatan.

Studi banding ini memberikan kesempatan Perumda Pasar NKR saling belajar dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan pasar rakyat.

Kita ingin saling bertukar fikiran dan pendapat dalam pengelolaan pasar sehingga ada pengayaan wawasan tentang bagaimana untuk memajukan perusahaan.

 

(ANWAR/258)