Banten – bhayangkaranews24.id, bendera Palestina terdiri dari 4 warna, dan uniknya bendera ini ternyata mengandung makna yang sangat luar biasa, namun jarang sekali makna tersebut dipublikasi secara umum.

 

Terdapat 4 warna perpaduan yang ada pada Bendera Palestina, Merah, Hitam, Putih, dan Hijau, apakah makna dari 4 warna tersebut bisa menjadi pertanda bahwa negara Palestina memang harus mengalami konflik yang rumit seperti saat ini.(20/11/23)

 

Belum ada jawaban yang pasti, karena faktanya negara Palestina masih mengalami kesulitan yang sangat rumit, dan begitu viralnya video-video yang beredar di medsos terkait konflik tersebut, sehingga para pengamat konflik negara Palestina bahkan masih ada yang beradu argumen tentang sebab musabab konflik, sampai kelompok-kelompok pro palestin pun mereka perdebatkan.

 

Namun dalam kesempatan ini kami selaku awak media bhayangkaranews24.id, hanya ingin sedikit membahas tentang makna yang terpendam dalam 4 warna bendera Palestina, apakah makna tersebut kuat hubungannya dengan konflik yang terjadi selama ini, atau ini hanya sekedar makna warna saja.

 

Dikutip dari kitab Syarah Hikam Karangan Syaikh Ibnu Athoillah Assakandari dan di Sayarahi oleh Syaikh Ibnu Ibad Rodhiyallahu ta’ala ‘anhuma,

 

Inilah Rahasia Makna Bendera Palestina yang tertuang dalam kitab Syarah Hikam, “Seorang Sufi bernama Hatim Al ‘Asam berkata, “Siapa yang ingin masuk golongan kami (sufi), harus dapat membunuh hawa nafsu empat kali. Pertama, ia harus mati merah, artinya pandai mengekang hawa nafsu. Kedua, ia mati hitam, artinya sabar dan tabah menanggung godaan dan tipu daya setan. Ketiga, ia mati putih, artinya kuat menanggung lapar (perut sering dikosongkan dengan berpuasa). Keempat, ia mati hijau, yaitu kehendak menahan diri dari kemewahan dunia, dengan memakai pakaian sesederhana mungkin.“

 

Dari penjelasan tadi, ada 4 warna yang dibahas dan dijelaskan oleh Hatim Al-‘Asam, dan 4 warna tersebut sungguh mengarah kepada bendera Palestina, dan isyarat pembahasannya pun seperti tertuju bukan cuma untuk kalangan sufi di dunia, melainkan segala hal yang di alami oleh penduduk warga Palestina dari dulu hingga saat ini.

 

(AM-212)